Arsip Kategori: Uncategorized

Rekan Fiersa Besari Dituntun Suara Selama 2 Jam Sampai Pucat?

Naik gunung mungkin merupakan sebagian dari hobi orang, tetapi setiap pendaki memiliki cerita pendakian sendiri-sendiri. Mulai dari cerita sedih, senang, tau mungkin cerita berbau hal mistis. Fiersa Besari penyanyi asal Indonesia ini yang membagikan cerita pengalamannya dalam mendaki gunung di kanal youtube Dzawin Nur.

Penyanyi yang juga penulis lagu itu menceritakan apa yang terjadi saat dia melakukan pendakian ke Gunung Beriun yang terletak di Kalimantan Timur. Fiersa Besari pun menceritakan pengalaman mistisnya saat mendaki Gunung Beriun ditemani Komika Dzawin Nur.

Saat itu, Fiersa Besari dan rombongannya pergi untuk mendaki Gunung Beriun untuk keperluan sebuah proyek kerjaan. Fiersa Besari dan teman rombongannya pergi ditemani Pak Mardi(warga local disana), untuk melewati Desa Karang Andalam.

Fiersa Besari mengatakan kalau keadaan Gunung Beriun masih sangat rimbun. Dalam perjalanan menuju gunung Fiersa besari dan rombongan masih bisa menemukan ular, beruang, serta pacet. Keadaan sedang tenang-tenangnya, Fiersa Besari dan rombongan mendapat kejadian yang tidak diduga.

Gunung Beriun dan juga desa sekitar sudah hampir sekitar satu bulan tidak dituruni oleh air hujan, tetapi saat hendak menanjak Gunung Beriun tiba-tiba turun hujan yang deras saat rombongan Fiersa ingin pergi menanjak.  “Saat itu kita semua udah berasumsi kalau engga turun hujan karena di sini udah sebulan ga turun hujan. Tapi malamnya ujan deras  pas kita mau naik”, kata Fiersa besari di kanal Youtube Dzawin Nur.

Tak hanya sekali saja hujan yang deras itu turun, tapi saat malam harinya saat Fiersa dan rombongan sedang menelusuri Gunung Beriun. “Saya agak gatau juga karena itu hutan basah atau mungkin bisa terjadi hujan local. Besok harinya saat kita mau muncak, baru ada kejadian”, imbuh Fiersa Besari.

Bukan hanya hujan deras saja yang mrnimpa Fiersa dan rombongan sudah mengetahui kalau air di hutan bewarna merah. Namun ada satu sumber air bersih dan jernih, berjarak tidak jauh hanya beberapa meter. Mendengar hal itu rekan Fiersa yang bernama Ajir memiliki inisiatif untuk mengambil air bersih di tempat yang tidak jauh itu.

“Setelah turun dari puncak ke camp ground kita semua tidak ada yang sadar bahwa waktu sudah menunjukan magrib”kata Fiersa. Bang Mardi pun mendadak memiliki perasaan yang tidak enak dan khawatir kalau Ajir tersesat.

Perjalan menuju sumber air bersih tidak jauh hanya sekitar 15 menit dari tempat Fiersa dan rombongan berada, dan juga sampai pukul 8 malam Ajir pun belum balik. Lagipula jalur  menuju sumber air bersih itu sudah diberi tanda dengan pita, jadi kecil kemungkinan akan tersesat.

Akhirnya, Fiersa dan rombongan pergi menyusul Ajir, dan saat ditemukan Ajir terlihat sedang panic karena kebingungan. Selama hampir dua jam Ajir hanya berputar-putar di tempat dan tidak pernah sampai ke tempat air bersih.

Setelah kejadian aneh dan misterius itu, Fiersa dan rombongan akhirnya tidur di tenda. Malamnya Fiersa mendengar suara perempuan tertawa dan suara makhluk jatuh padahal semua orang sedang tidur. Ternyata tidak hanya Fiersa yang mendengar suara itu tetapi rekannya Akbar juga mendengar suara yang sama.

Fiersa mengaku lebih takut kepada makhluk yang kasat mata. Dia pun selalu membawa pisau lipat kemanapun dia pergi. “Saat pergi ke Gunung Pesagih ada juga yang mendengar suara di luar, Fiersa justru lebih mempersiapkan pisau lipatnya, karena takut tenda yang ditempatinya didobrak. Kalau makhluk halus kita mempersiapkan doa-doa. Jadi kita semua harus selalu waspada” aku Fiersa Besari.