WISATA HIDDEN GEM DI INDONESIA, SUDAH TAU BELUM?

WISATA HIDDEN GEM DI INDONESIA, SUDAH TAU BELUM?

Berlibur ke tempat-tempat terkenal di Indonesia pastinya udah biasa banget. Apalagi datang ke objek wisata yang banyak di kunjungi orang banyak seperti Jogja, Bandung, Bali, apa gak bosen?

Mulai sekarang yuk coba lebih eksplor lagi tentang Indonesia karena kekayaannya gak pernah abis untuk di kunjungi loh. Mungkin tempatnya memang belum terkenal, tapi lebih baik seperti itu kan? jadinya liburan antimainstream dan pastinya pesona yang gak kalah luar biasa dengan objek wisata yang lainnya.

Saking banyaknya wisata di Indonesia yang masih tersembunyi, seperti butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menikmati semua itu. Meskipun begitu gapapa kok di cicil dulu, yang pernah tempat-tempatnya sudah masuk ke bucket list. Penasaran dimana saja?

1.Blue Fire Kawah Ijen

WISATA HIDDEN GEM DI INDONESIA, SUDAH TAU BELUM?

Objek hidden gem yang satu ini belum jauh kok karena masih berada di kawasan Pulau Jawa tepatnya di daerah Banyuwangi. Siapa bilang di Banyuwangi gak ada apa-apa? kamu salah banget! Karena di Banyuwangi ada hidden gem yang harus banget kalian datangi.

Mungkin melihat kawah di pegunungan sudah sangat biasa, tapi belum pernah kan melihat api yang berwarna biru? Kalau belum langsung aja deh kesini, karena dijamin kamu akan terpana melihat keindahan alam yang jarang terjadi seperti ini. Bila kamu ingin melihat blue fire, datangnya di malam hari ya guys!

2.Pulau Misool

Pulau Misool

Pulau Misool ini berada di Papua Barat dan menjadi salah satu pulau yang cukup besar di Raja Ampat. Bagi kamu yang suka diving atau snorkling, pasti tempat ini bisa jadi surga dunia banget karena airnya yang super duper jernih.

Disini pun kamu bisa melihat berbagai biota laut seperti beberapa spesies hewan dan terumbu karang yang super cantik. Kalau punya uang, jangan lupa untuk masukan Pulau Misool ini ke bucket list kamu ya. Jika punya drone, cobalah untuk menangkap gambar dari atas karena lautnya akan berbentuk seperti bentuk hati.

3.Puncak Cartenz

Puncak Cartenz

Ingin melihat salju yang turun di Indonesia? Cobalah ke Puncak Cartenz yang berada di Papua  tepatnya di pegunungan Jayawijaya. Seperti yang kita tahu, pegunungan ini merupakan pegunungan tertinggi di Indonesia dan satu-satunya wilayah yang diselimuti oleh salju abadi.

Bagi kamu yang suka mendaki, mungkin ini akan menjadi pengalaman yang paling seru. Dimana kamu harus menghabiskan waktu hingga berhari-hari untuk mencapai puncaknya. Tapi jika kamu sudah mencapai puncak, semua akan terbayar dengan sempurna dimana kamu akan merasa bersyukur karena bisa mencapai puncak tertinggi di Indonesia sekaligus melihat pemandangan yang luar biasa.

4.Pantai Ngetun

Pantai Ngetun

Bila kamu sedang berada di kawasan Jogja, gak ada salahnya untuk datang ke daerah Purwodadi untuk bisa menikmati surga tersembunyi di Indonesia. Pantai ngetun ini memang sangat tersembunyi dan belum banyak orang yang tahu. Meskipun sedikit jauh, tapi kamu akan merasakan ketenangan dan kenyamanan karena pantainya yang sepi dan dikelilingi tebing dan bukit yang penuh dengan pohon. Meskipun panas, tapi kamu akan merasa segar dan bisa dijadikan sebagai tempat healing.

5.Kepulauan Kei

Kepulauan Kei

Pulau yang berada di daerah Maluku Utama ini memiliki pesona alam yang sangat indah. Kenapa tidak, karena disini jauh dari peradaban dan banyak orang yang belum tahu sehingga tempat ini masih sepi dan tentunya tenang banget. Kamu bisa menikmati hamparan laut yang sangat luas dengan air yang jernih, tentunya bikin siapapun yang datang menjadi betah. Karena lokasinya yang berada di tengah laut, kamu akan berhadapan dengan sinar matahari yang sangat terik. Tapi kamu tetap bisa bermain di pinggir pantai kok, karena banyak pohon rindang yang membuat lokasi semakin sejuk.

Gimana baru liat gambarnya aja udah seru banget kan? cus langsung masukin ke bucket list ya!

Wisata Alam Jogja Terbaik Yang Tak Boleh Kamu Lewatkan

Wisata Alam Jogja Terbaik Yang Tak Boleh Kamu Lewatkan

Siapa sih yang tak kenal dengan Jogja? Kota yang memiliki banyak sekali keindahan ini memang disukai oleh banyak wisatawan mulai dari dalam negeri hingga luar negeri.

Jogja juga dikenal memiliki banyak wisata yang bisa dikunjungi mulai dari wisata buatan hingga wisata alamnya.

Kota ini sangat cocok untuk kalian yang ingin berhenti sejenak dari keruhnya pekerjaan dan menjelajahi beberapa wisata alam yang ada di Jogja.

Kalian mungkin sudah tahu beberapa wisata seru yang tersedia di Jogja. Namun, ada pula wisata alam yang ditawarkan oleh Jogja untuk kalian. Nah, untuk kalian yang berencana berlibur ke Jogja, di bawah ini kami akan berikan beberapa rekomendasi wisata alam di Jogja.

1.Resoinangun Garden

Wisata Alam Jogja Terbaik Yang Tak Boleh Kamu Lewatkan

Berwisata ke Pantai Selatan Yogyakarta juga tak hanya bisa menikmati keindahan laut saja loh. Karena, di sini kalian juga bisa menikmati keindahan kebun bunga yang berwarna – warni.

Bunga – bunga yang ada sangat menarik dan memikat hati dengan jumlah yang sudah mencapai sekitar 20 kebun di tepi jalur Jalan Lintas Selatan atau JJLS Pulau Jawa.

Kebun bunga bernama Resoinangun Garden ini dirintis oleh Warga Dusun Ngepet dan Dusun Tegalsari, Desa Srigadig, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Di sini ada berbagai spot serta aksesoris unik untuk berfoto seperti becak bunga, sepeda bunga, lampion hingga kursi dari bambu yang layak untuk dicoba.Jika ingin berburu foto, kalian hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 saja.

  • Tiket Masuk: Rp5.000
  • Alamat: Malangan, Srigading, Sanden, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta 55763.
  • Jam Operasional: Setiap hari, 06.00 – 19.00
  • Telepon: 0813 2827 1117

2.Kebun Bunga Matahari Pantai Samas

Kebun Bunga Matahari Pantai Samas

Hamparan bunga matahari yang indah di sisi utara Pantai Samas, tepatnya di Dusun Tegalsari, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul, menjadi tempat wisata dadakan bagi para pecinta foto.

Jangan lupa untuk membawa kamera kesayangan kalian untuk mengabadikan momen yang ada di sini.

Tempat yang hits ini juga memiliki fasilitas yang memadai mulai dari kios makanan, mushola, penginapan, toilet umum, hingga tempat parkir yang luas.

Lokasinya yang berada di kawasan Pantai Samas memungkinkan Anda bisa bersantai di pantai setelah menikmati Kebun Bunga Matahari-nya

  • Tiket Masuk: Rp5.000
  • Alamat: Jalan Lintas Selatan, Srigading, Sanden, Trukan, Srigading, Sanden, Bantul, DI Yogyakarta 55763.
  • Jam Operasional: 05.00 – 18.00

3.Perengan Park

Perengan Park

Berwisata ke Yogyakarta bagian Selatan tentunya tak boleh kalian lewatkan. Apalagi untuk Perengan Park. Tempat ini menawarkan berbagai spot selfie yang bisa kalian coba.

Apalagi jika kalian menyukai foto kekinian dengan latar belakang panorama hamparan persawahan yang hijau dengan udara khas pesisir Pantai Selatan Yogyakarta yang sejuk.

Di sini juga ada jembatan bamboo yang mirip dengan jembatan bamboo di persawahan Sukorame, Mangunan, Dlingo Bantul.

  • Tiket Masuk: Rp5.000
  • Alamat: Malangan, Srigading, Sanden, Bantul, DI Yogyakarta 55763. Koordinat disini
  • Jam Operasional: 05.00 – 19.00

Itulah 3 rekomendasi tempat wisata alam terbaik di Jogja yang harus kalian coba datangi dan kunjungi.

Tentu saja setiap tempat memiliki keunikkannya masing – masing. kalian juga bisa mendatanginya hanya dengan membayar sejumlah uang yang terbilang sangat murah.

Selain itu, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan di sekitar tempat wisata ya. semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat terutama bagi kalian yang saat ini berencana berlibur ke Jogja.

Tempat Rahasia Yang Terdapat Di Bali

Tempat Rahasia Yang Terdapat Di Bali

Pulau Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang sudah terkenal, bahkan namanya sudah diketahui diseluruh negara di belahan dunia.

Kamu yang sering sudah datang ke pulau Bali mungkin sudah tidak asing lagi seperti pandai pandawa, GWK, atau tempat lainnya yang sudah terkenal.

Tapi tahukah kamu, terdapat hidden gem di pulau bali, yang dimana tempat tersebut masih jarang diketahui oleh orang banyak.

Bali sendiri seperti sebuah pulau yang taka da habisnya untuk diekplorasi, hidden gem tersebut berada di bagian utara dari pulau Bali.

Kalau kamu berminat untuk ke pulau Bali sekarang ini, sebaiknya urungkan terlebih dahulu lebih baik tunggu pandemic ini berakhir.

Karena kami jamin, tempat-tempat dibawah ini akan sangat worth it untuk dikunjungi, dan tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan ketika ingin berkunjung ke tempat wisata.

1.Bukit Batu Kursi

Tempat Rahasia Yang Terdapat Di Bali

Tempat yang satu ini berada di Desa Pemuteran di Kabupaten Buleleng yang memiliki jarak sekitar 125 kilometer dari Denpasar.

Batu Kursi sendiri memiliki sebuah tempat yang sacral yaitu Pura Batu Kursi, biasanya Pura tersebut digunakan untuk ibadah.

Namun kamu bisa melalui pura ini untuk melihat pemandangan laut yang bisa kamu lihat ketika berada di puncak pura ini.

Tapi sebelum mencapai ke pura, kamu harus mnedaki ratusan anak tangga dari parkiran terlebih dahulu, setelah itu kamu akan menemui persimpangan yang menunjukan arah yang berbeda.

Walaupun medan yang dilalui cukup melelahkan, tapi semua itu akan terbayar ketika kamu hendak sampai di puncak tersebut.

Karena dari puncak tersebut kamu bisa melihat sisi utara laut Bali dari kejauhan, dan waktu yang tepat untuk kesini adalah pagi hari, karena kamu bisa merasakan hangatnya sinar matahari.

2.Air terjun Banyumala

Air terjun Banyumala

Tempat yang satu ini masih berada disekitaran Buleleng, di Kabupaten yang satu ini memiliki pesona air terjun yang sangat cantic.

Air terjun ini bernama air terjun Banyumala, untuk bisa sampai kesini butuh sedikit perjuangan karena kamu harus menempuh hutan dengan jalan kaki.

Tentunya hal tersebut akan menghadirkan rasa sensasi seperti berpetualang, semua akan terbayar puas ketika kamu sampai dan berenang di kolamnnya yang dangkal tersebut.

Untuk kamu yang merupakan penggemar air terjun, tempat yang satu ini  merupakan tempat yang wajib kamu datangi ketika ke Bali.

 3.Danau tamblingan

Danau tamblingan

Destinasi ketiga yang kami rekomendasikan adalah Danau tamblingan yang masih berada di Kabupaten Buleleng, dan danau yang satu ini hanya berjarak kira-kira 10 kilometer dari Air terjun Banyumala.

Kamu yang ingin datang ketempat ini harus menempuh waktu perjalanan selama 40 menit jika kamu datang dari Kawasan Bedugul.

Danau ini sedikit berbeda dari danau Beratan yang sudah menjadi wisata modern, tempat yang satu ini keasliannya masih terjaga sehingga memberikan ketentraman saat kamu tiba.

Ditempat ini juga kamu tidak akan melihat pengunaan speed boat, karena dsini kamu akan menggunakan perahu dayung jika ingin berkeleling danau.

Waktu yang tepat untuk datang ke tempat yang satu ini ada baiknya ketika pagi hari, karena masih terdapat kabut tipis yang terdapat dipermukaan danau.

Nah, kira-kira itulah sedikit rekomendasi hidden gem yang terdapat di pulau Bali bagian utara.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang sedang mencari tempat destinasi wisata yang masih jarang dikunjungi di Bali.

Ingat untuk menjaga kebersihan ketempat wisata yang kamu kunjungi demi kenyamanan bersama.

Pulau Bunaken, Surga Bagi Para Pencinta Bawah Laut

Pulau Bunaken, Surga Bagi Para Pencinta Bawah Laut

Bunaken merupakan sebuah pulau yang terletak di Sulawesi, Indonesia. Pulau ini memiliki luas sebesar 8,08 km².

Pulau ini juga merupakan bagian dari kota Manado yang merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.

Biasanya waktu untuk ke pulau ini bisa ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit menggunakan speed boat.

Tempat yang satu ini menawarkan kecantikan bawah laut yang membuat wisatawan dari berbagai daerah atau negara berdecak kagum.

Terumbu karang yang masih terjaga, dan juga jenis ikan yang sangat beragam dan berwarna-warni membuat Bunaken seperti surga.

Pulau Bunaken sendirinya merupakan pulau yang letaknya di Teluk Manado dan berselahan dengan Pulau Manado Tua, Siladen, Mantihage.

Taman laut ini memiliki 20 titik penyelaman dengan kedalaman yang bervariasi juga lho dengan batas maksimal 1.344 meter.

Dari 20 titik selam yang tersedia, 14 titik selam tersebut berada disekitar pulau Bunaken sendiri, dan 14 titik inilah merupakan tempat yang paling sering dikunjungi oleh para wisatawan.

Pulau Bunaken, Surga Bagi Para Pencinta Bawah Laut

Pulau Bunaken pada awalnya ditemukan di tahun 1975 dan dulunya sebelum menjadi tempat wisata seperti sekarang, terdapat kepercayaan bahwa terdapat roh jahat yang menghuni tempat tersebut.

Di tahun 1991 tempat ini diresmikan untuk menjadi Taman nasional, dan ditahun 2005 Taman Nasional ini masuk kedalam salah satu situs warisan dunia dari UNESCO.

Dulunya tempat ini merupakan tempat yang berpenghuni tepatnya pada tahun 1400an. Lalu para penduduk memutuskan untuk pindah ke TJ. Parigi  yang lebih tepatnya kea rah tenggara tepi pantai.

Penduduk tersebut memberikan nama ke tempat yang mereka jadikan tempat tinggal yaitu Wunakeng yang merupakan singkatan dari Kinawungakeng, lalu kemudian berganti nama menjadi Bunaken yang memiliki arti seabgai tempat mendarat dari sebuah perahu.

Nah, untuk pemandangan bawah laut sendiri kamu harus mencoba melihat beberapa spot yang sangat keren.

Misalnya seperti reruntuhan kapal di Manado yang berada dikedalaman 23 meter dibawah permukaan laut dengan luas sebesar 60meter.

Kapal tersebut merupakan kapal bekas negara Jerman yang pada masa dulu tenggelam disekitar tahun 40an.

Kamu yang ingin melihat kapal ini nantinya bisa menyelusuri bagian-bagian kapal dari ruang kemudi dan lain-lain yang saat ini sudah diisi oleh karang.

Selain itu, kamu juga bisa melihat ikan barracuda di Puncak Baracuda dan tempat ini memiliki lokasi yang paling jauh.

Tempat ini berada dibagian barat laut dari taman nasional, dan sesuai dengan namananya, disini kamu bisa melihat langsung gerombolan ikan barracuda yang memiliki ukuran yang besar.

Tak hanya sampai disitu, kamu juga melihat ikan tuna dan juga jack, yang menarik juga kamu bisa menemukan karang lunak dan spons.

Tempat yang satu ini  juga sedikit berbeda dengan tempat lainnya di taman nasional, karena tempat ini memiliki arus yang terbentuk dari pergantian antara dearah terumbu karang dan juga daerah berpasir.

Bunaken Timor juga menjadi salah satu spot yang terkenal karena keindahannya, namun sayangnya untuk para pemula kamu harus ekstra berhati-hati karena arus disini terkenal cukup kuat dan kamu bisa melihat berbagi ikan yang hidup, dan memiliki gua bawah laut yang keren.

Nah, kira-kira itulah sedikit pembahasan mengenai Taman Nasional Bunaken yang menjadi surga untuk para pencinta taman laut.

Semoga article ini bermanfaat untuk kamu yang mencari informasi seputar Bunaken ya, dan ingat untuk tetap menjaga kebersihan ke tempat yang kamu datangi untuk kenyamana bersama.

Pesona Keindahan Danau Kelimutu

Pesona Keindahan Danau Kelimutu

Kelimutu adalah sebuah nama dari gunung berapi yang terletak di pulau Flores, provinsi NTT, Indonesia tepatnya di desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende.

Gunung yang satu ini memiliki sebuah danau di puncak gunungnya yang berjumlah tiga buah danau, danau ini juga dikenal sebagai danau Tiga Warna, hal ini dikarenakan ketiga danau tersebut memiliki warna yang berbeda seperti merah, biru, putih.

Asal kata Kelimutu merupakan gabungan kata dari Keli yang memilki artian sebagai gunung dan juga Mutu yang artinya mendidih.

Warga setempat percaya dengan warna-warna di danau tersebut memiliki arti sendiri dan juga memilkiki kekuatan alam yang sangat tinggi.

Pesona Keindahan Danau Kelimutu

Seperti warna biru atau juga dikenal dengan nama Tiwu Nuwa Muri Koo Fai yang dipercaya sebagai tempat berkumpulkan jiwa anak muda yang sudah meninggal.

Warna merah atau Tiwu Ata Polo merupakan tempat yang dipercaya sebagai tempat berkumpul jiwa yang sudah meninggal namun semasa hidupnya melakukan kejahatan.

Warna putih atau Tiwu Ata Mbupu merupakan tempat berkumpulnya jiwa orang tua yang sudah meninggal.

Mereka juga percaya bahwa jika warna danau tersebut berubah warna, maka mereka harus segera memberikan sesajen kepada arwah yang sudah meninggal tersebut.

Danau yang satu ini memiliki Luas sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air sebanyak 1.292 juta meter kubik.

Saat kamu tiba di tempat ini, kamu akan disajikan pemandangan tebing dari bebatuan yang sangat curam, kamu juga akan dikejutkan dengan sosok penunggu tebing yang merupakan gerombolan monyet berbulu coklat.

Kamu juga bisa melihat dua dari tiga danau yang terdapat dikawasan ini dengan menaiki 15 anak tangga yang sudah disediakan, kamu bisa melihat danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai dan juga Tiwu Ata Polo.

Danau berwarna merah ini terletak di sebelah kanan saat posisi badan kamu sedang mengrah kea rah danau. Sedangkan untuk sisi kiri terdapat dana yang berwarna biru.

Untuk mencapai ketempat yang satu ini, kamu memerlukan kesabaran yang tinggi, karena jalanannya sangatlah curam dan udara yang tersedia juga semakin menipis mengingat tempat ini berada di ketinggian.

Namun semua akan terbayar puas, ketika kamu sampai dan melihat ketiga danau ini dari atas, kamu bisa mengabadikan foto dan kemudian menunggahnya ke social media.

Kamu yang datang pada bulan Agustus lebih tepatnya pada tanggal 14 bisa melihat secara langsung ritual yang diadakan disana.

Ritual tersebut bernama Festival Danau Kelimutu yang bertujuan untuk pati ka yang bearti memberi makan dalam artian warga sekitar.

Pemberian makan tersebut ditujukan kepada leluhur danau Kelimutus sendiri yang berupa sesajen yang terdiri dari daging babi yang diletakan di mangkuk tanah liat  dan minuman beralkhohol kas daerah tersebut.

Ritual tersebut akan dimulai dengan duduk melingkar disekitar berkumpulnya arwah, dan mereka akan berdoa untuk para leluhur mereka, dan sisa makanan tersebut akan dimakan bersama.

Moment terbaik kamu untuk datang ke tempat ini kami sarankan pada pagi hari, dengan ditemani segelas kopi atau teh hangat, kamu akan menyaksikan bagaimana mentari fajar terbit dari timur dengan pemandangan yang sangat indah.

Nah, kira-kira itulah sedikit pembahasan mengenai danau Kelimutu yang terdapat di pulau Flores.

Semoga artikel ini membantu kamu mendapatkan informasi serta menambah wawasan kamu ya.

Ingat untuk selalu menjaga kebersihan ke tempat wisata yang kamu kunjungi untuk kenyamanan bersama.

Mengenal Kawah Ijen Blue Fire Banyuwangi Lebih Jauh

Mengenal Kawah Ijen Blue Fire Banyuwangi Lebih Jauh

Kawah Ijen merupakan salah satu dari tempat di Indonesia yang meiliki fenomena blue fire atau api biru tepatnya di Banyuwangi.

Tempat ini sekarang menjadi destinasi favorit para wisatawan baik dari luar maupun dalam negeri, selain itu tempat ini juga merupakan kawah asam terbesar yang ada di dunia tepatnya berada di Jawa Timur.

Kawah ini sendiri berbentuk elips. Hal tersebut dikarenakan terjadinya perpindahan pipa dari kepundan yang berukuran kuran lebih sekitar 960 x 600m dan memiliki kedalaman sekitar 200 meter.

Mengenal Kawah Ijen Blue Fire Banyuwangi Lebih Jauh

Untuk bisa kesini juga kamu harus menempuh perjalanan di sekitar tebing yang dimana tempat tersebut merupakan rute para penambang belerang.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa tempat ini merupakan sebuah danau atau juga kaldera yang terbesar di Indonesia bahkan di dunia, bahkan tempat ini juga diprediksi bisa dijadikan sebagai pembangkit listrik dengan mengandalkan panas yang dihasilkan.

Untuk kamu yang ingin datang kesini, kamu bisa mendatangi tempat ini pada siang ataupun malam hari, namun perbedaan jam datang juga tentu akan berpengaruh pada karakter dan suasananya juga.

Misal ketika kamu datang pada malam hari atau sekitar pukul 12 malam. Maka kamu akan bisa melihat pemandangan milkyway yang begitu indah apalagi jika kamu datang bersama pasangan kamu, dunia serasa milik berdua.

Ketika kamu datang pada siang hari, maka kamu akan melihat hamparan langit yang indah dan juga pemandangan telaga Ijen yang sangat memanjakan mata.

Nah, untuk kamu yang ingin membawa anak kecil, rasanya sangat tidak disarankan karena untuk ketempat ini medan yang dilalui cukup berat, kecuali anak tersebut sudah berusia diatas 12 tahun.

Tips Berburu "Blue Fire" di Gunung Ijen Halaman all - Kompas.com

Sedangkan untuk batas maksimal umur tidak dibatasi asal para pendaki masih kuat mendaki maka diperbolehkan untuk memasuki area ini.

Selain itu kamu juga sangat disarankan untuk membawa masker saat akan berkunjung kesini, namun masker yang dimaksud bukanlah masker biasa namun masker yang bisa memfilter aroma belerang yang begitu menyengat.

Terdapat juga rombongan tour yang akan lebih memudahkan kamu nantinya, biasanya kamu akan dijemput menjelang tengah malam dan biasanya pendakian akan memakan waktu selama dua jam dari lokasi start hiungga ke puncak kawah.

Dengan jarak tempuh sejauh 3km, dan jika sudah sampai di puncaknya maka kamu akan diberi pilihan apakah ingin melihat bluefire, jika ya, kamu bisa turun sedikit untuk melihat fenomema tersebut lebih jelas.

Untuk saat ini pengunjung tempat destinasi wisata yang satu ini sedang dibatasi pengunjungnya, hal tersebut berkaitan dengan situasi pandemic virus Corona saat ini. Pengelola setempat membatasi pengunjung hanya 250 orang, selain itu kamu harus mengisi biodata kamu sesuai yang tertera di KTP, dan harus menunjukan ke petugas setempat.

Tiket masuk sendiri dapat kamu beli dengan reservasi online, hal tersebut untuk menghindari kontak langsung, dan untuk kamu yang akan ke tempat ini pastikan sudah memastikan tanggal tersebut karena tidak ada system refund untuk kamu yang akan mengubah tanggal atau membatalkan rencana kamu.

Nah, kira-kira itulah sedikit pembahasan mengenai Kawah Ijen yang ada di Banyuwangi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang sedang berencana merencanakan liburan ke wisata alam.

Ingat untuk selalu menjaga kebersihan ke tempat wisata yang kamu kunjungi demi kenyamanan bersama.

Air Terjun Sri Gethuk, Keindahan Alam di Gunung Kidul

Air Terjun Sri Gethuk, Keindahan Alam di Gunung Kidul

Menikmati pesona wisata alam biasnya menjadi pilihan oleh banyak orang karena dinilai bisa membuat hati dan pikiran kita lebih tenang.

Selain itu, tubuh juga bisa menjadi lebih rileks karena menikmati ketenangan alam yang sangat berbeda dengan hiruk pikuk kota.

Namun, mungkin di Jakarta atau Ibu Kota agak sulit menemukan wisata alam yang ada karena di sini memang kebanyakan sudah berbentuk kota.

Namun, bukan berarti kalian tak bisa menikmati keindahan alam sama sekali. Karena, di tempat lainnya kalian juga bisa menemukan berbagai keindahan alam.

Salah satunya adalah Gunung Kidul yang terletak di Yogyakarta, tempat ini menyimpan banyak sekali keajaiban alam yang mungkin tak pernah kalian lihat sebelumnya.

Jika kalian sedang berkunjung ke Jogja, kalian bisa coba mendatangi Air Terjun Sri Gethuk yang berada di sekitar Gunung Kidul.

Tempat ini sangat cocok untuk kalian yang ingin mencari ketenangan dari padatnya kota. Kesejukan air terjunnya juga sangat menenangkan mata dan hati siapapun yang datang.

Nah, untuk kalian yang tertarik datang, di bawah ini ada beberapa informasi terkait yang bisa kalian jadikan info untu datang.

Lokasi Dan Cara Menuju Ke Air Terjun

Air Terjun Sri Gethuk, Keindahan Alam di Gunung Kidul

Kalian boleh mendatangi Dusun Menggoran di Desa Wisata Bleberan. Tempat ini berada di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Tempat ini juga berada di tepi sungai Oyo serta ada di arah Tenggara Kota Jogja. Untuk menuju ke sini sebenarnya tidak sulit.

Kalian memiliki pilihan untuk lewat jalur utama di kota Yogya menuju JL Winisari terus sampai ke Piyungan.

Nah, dari Piyungan inilah kalian jaris berjalan menuju Patuk, Smbipitu, hingga bertemu dengan pertigaan Lanud TNI AU yaitu Lapangan Gading.

Setelah menemukan pertigaan ini, ambillah arah kea rah kanan menuju Playenn hingga bertemu dengan perempatan Pasar Playenn. Di sini kalian bisa mencoba menanyakan kepada orang sekitar mengenai jalan menuju Air terjun tersebut.

Atau, kalian bisa langsung melanjutkan perjalanan kalian selama sekitar 500 m dari Pasar Playenn hingga bertemu dengan papan petunjuk ke air terjun yang sedang kalian cari.

Jika sudah menemukan papan petunjuk, pasttinya akan sangat mudah bagi kalian untuk menemukan lokasi air terjun ini.

Lalu kalian akan sampai di tempat parker dan bisa memiliki pilihan jalur dimana yang pertama adalah menyusuri Sungai Oyo dengan rakit yang terbuat dari kayu sederhana.

Jika memilih tawaran ini kalian bisa sampai kira-kira 7 menit dan harus membayar Rp 10.000 untuk tiket bolak balik.

Lalu pilihan kedua adalah melakukan tracking di jalanan yang terapit oleh sawah sejauh 450 meter serta aka nada anak tangga sekitar 96 buah. Sepertinya tawaran menyusuri sungai lebih menarik ya.

Jika sudah sampai di sana, kalian harus menyiapkan uang sebesar Rp 15 ribuan saja untuk masuk. Namun, harga ini sudah termasuk dengan Gua Rancang Kencana yang ada di sana loh.

Jika kalian tertarik untuk menyewa perlengkapan juga bisa. Kalian hanya perlu menyiapkan budget lebih saja. Pastikan kalian datang pada jam 08.00 sampai dengan jam 4 sore. Fasilitas yang ada di sini juga terbilang cukup lengkap mulai dari area parker hingga mushola.

Itulah sedikit informasi yang harus kalian ketahui sebelum datang ke Air Terjun Sri Gethuk yang berada di Yogyakarta ini. Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat.

Wisata Alam Yang Terdapat di Tangerang

Wisata Alam Yang Terdapat di Tangerang

Tangerang merupakan kota yang sangat dekat sekali dengan Jakarta, faktnaya banyak tempat wisata di Tangerang yang bisa kamu masukan kedalam daftar rencana liburan kamu.

Berbagai destinasi wisata tersedia untuk kamu mulai dari wisata alam, bahkan spot yang instagramable juga tersedia disana.

Kota yang satu ini memiliki daya tarik tersendiri, misalnya seperti jaraknya yang sangat dekat dari Jakarta sehingga bisa dijadikan sebagai tempat liburan akhir pekan tanpa harus menunggu libur Panjang terlebih dahulu, sehingga sangat mungkin dilakukannya one day vacation.

Namun, meskipun demikian kedekatannya dengan kota Jakarta, tidak menjamin semua spot di Tangerang ini populer, padahal banyak sekali tempat yang mengesankan.

Supaya kamu tidak ketinggalan lebih baik simak pembahasan dibawah ini yuk!

1.Telaga Biru Cisoka

Wisata Alam Yang Terdapat di Tangerang

Tempat yang satu ini merupakan tempat bekas galian pasir yang ada di Kabupaten Tangerang, tepatnya di kampung Cigaru, Dewsa Cisoka.

Bekas galian pasir tersebut disii oleh air hujan sehingga menghasilkan sebuah telaga yang sangat indah.

Untuk kamu yang ingin ketempat ini kamu bisa berangkat menggunakan KRL ke Tanah Abang – Maja  dan kemudian turun di Stasius Tigaraksa, setelahnya kamu bisa menggunakan angkutan dalam kota untuk menuju ke telaga yang satu ini

Tempat ini dinamakan telaga biru dikarenakan penampakan air telaga tersebut memang berwarna biru, namun terkadang bisa berubah menjad bening atau kekuningan.

Awalnya telaga tersebut tidak diurus oleh siapapun, hanya sebuah tempat peninggalan galian pasir biasa. Kemudian di tahun 2015 pada musim kemarau Panjang, air tersebut tiba-tiba berubah menjadi warna biru dan membuat heboh warga sana.

Akhirnya tempat ini mulai dikenal oleh banyak orang dengan bantuan mulut ke mulut serta unggahan keren ke social media, hal tersebut sangat jarang di kota Tangerang yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi.

2.Tebing Koja

Tebing Koja

Tebing Koja merupakan sebuah tebing yang berada di kota Tangerang, disana terdapat beberapa tebing-tebing kapur dengan bentuk yang sangat indah dengan luas lahan 2 hektare.

Jika kamu ingin pergi kesini, kami sarankan datanglah ketika pagi hari ketika matahari terbit ataupun terbenam, karena di waktu tersebut foto yang dihasilkan akan sangat dramatis.

Tebing yang satu ini juga memiliki nama tebing Godzilla, hal tersebut dikarenakan bantuan pengunjung yang membantu mempopulerkan tempat ini, selain itu terdapat satu batu tebing yang berbentuk menyerupai hewan Godzilla tersebut.

Dulunya tempat ini hanyalah lahan kapur yang datar, tetapi dikarenakan penambangan manual menggunakan cangkul dan menggali sedalam 5 hingga 10 meter akhirnya tanah tersebut tergerus, dan karena pengerjaannya masih manual sehingga terjadi ketidaksama rataan.

Lokasi ini viral pada tahun 2017, kala itu terdapat seorang pasangan calon suami istri yang sedang melakukan sesi foto pre-wedding, dan kemudian mengunggahnya ke media social Facebook.

Untuk bisa kesini kamu harus menempuh waktu selama 1.5 jam dengan jarak sekitar 42 kilometer dari pusat kota Tangerang.

Jam buka dari tempat yang satu ini dimulai pada pukul 7 pagi hingga waktu matahari terbenam pukul 18.30, sayangnya lokasi ini tidak memiliki penerangan yang memadai sehingga tidak terdapat kegiatan pada malam hari di lokasi ini.

Harga dari tiket masuknya juga sangat ramah dikantong, yaitu hanya sebesar 5000 rupiah, dan kamu sudah bisa bebas berfoto-foto ria.

Nah, kira-kira itulah beberapa destinasi wisata alam yang ada di Tangerang. Semoga artikel ini bermanfaat ya.